![]() |
| Indonesia Suzuki Cup 2016 |
"Indonesia main dengan motivasi tinggi,dan Itu jadi kunci mereka," ujar Wanderley.
"Namun, mereka banyak bertahan dan mencoba main counter attack. Ini tipe yang disukai Thailand. Indonesia harus berani main lebih menyerang," sambung pelatih yang sempat malang melintang di kompetisi Indonesia dan Thailand tersebut.
Menurut pelatih yang kini menangani Kuala Lumpur FA tersebut, Thailand memang memiliki permainan apik. Mereka memiliki umpan-umpan cepat dan akurat. Selain itu para pemain Thailand juga memiliki kepercayaan diri tinggi.
Namun, mantan pelatih Perseman Manokwari dan asisten pelatih Persibo Bojonegoro ini menilai Timnas Thailand juga memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut, ada di lini pertahanan mereka.
"Kelemahan mereka adalah di sisi stopper. Fullback Thailand terus naik dan sering meninggalkan stopper mereka dalam posisi terekspos penyerang-penyerang lawan," tuturnya.
"Saat ini, untuk menutupi kelemahan tersebut, mereka mencoba main pola 3-4-1-2," katanya.
Timnas Indonesia bakal menjamu Timnas Thailand pada leg pertama Final Piala AFF 2016. Pertandingan ini bakal digelar di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Rabu (14/12) malam ini.
Timnas Indonesia, sebelumnya telah berhadapan dengan Timnas Thailand pada fase grup lalu. Dalam laga perdana Grup A yang dihelat di Philippine Sports Stadium, 19 November lalu, Bayu Pradana dan kawan-kawan kalah dengan skor 2-4.
Waktu itu, kemenangan Thailand dihasilkan melalui hat-trick Teerasil Dangda dan gol Peerapat Notchaiya. Sementara, dua gol Indonesia dicetak Boaz Solossa dan Lerby Eliandri.
Menurut Wanderley, kekalahan dari Thailand pada leg pertama ini, bukan merupakan gambaran bahwa level Indonesia lebih rendah ketimbang Thailand. Kekalahan ini bisa jadi hanya karena kurang kuatnya mental tim.
"Pasalnya, waktu Indonesia berani menyerang, Thailand dapat masalah, terutama ketika bertahan," ucapnya.
Lebih lanjut, Wanderly juga menyebut Timnas Indonesia harus berani mengubah cara mereka bertahan jika ingin memenangi laga ini. Pasalnya, dengan cara bertahan selama ini, Timnas Indonesia selalu kebobolan dalam tiap pertandingan.
"Kita kerap kebobolan karena tim bertahan terlalu ke belakang. Dengan sedikit kesalahan, lawan sudah dekat dengan gawang. Kita harus menaikkan sedikit defensive line," katanya.
Semoga Indonesia mendapatkan hasil yang bagus.
